News Update :

Terpopuler

review http://jakarta-inside.blogspot.com on alexa.com
Showing posts with label Kota Tua. Show all posts
Showing posts with label Kota Tua. Show all posts

Menteri Pariwisata Akan Kembangkan Kota Tua

Thursday, March 1, 2012 6:55 AM

Apakah Anda suka jalan-jalan tapi tidak ingin menghabiskan uang tabungan yang telah lama dikumpulkan? Anda harus membaca sepuluh tip di bawah ini. Mengambil dari kanal perjalanan laman CNN.com, tip berikut akan memberi bocoran kepada Anda cara menghemat uang selama liburan.

1. Sewa rumah, bukan hotel
Biaya akomodasi seperti menyewa kamar hotel merupakan satu bagian yang memerlukan biaya besar dalam sebuah perjalanan atau liburan. Dan untuk menekan biaya ini, ada baiknya Anda memesan sebuah rumah atau apartemen. Melalui situs HomeExchange.com dan HomeLink.org Anda bisa memilih rumah yang akan ditempati di negara atau kota tujuan.

Tapi waktu Anda menempati rumah itu, tempat tinggal Anda juga akan dihuni si empunya rumah tadi. Jadi Anda bertukar rumah dengannya. Memang tanpa biaya, namun Anda harus siap orang asing tinggal di rumah Anda.

2. Pakai strategi kala memesan tiket pesawat
Kalau lokasi liburan mengharuskan Anda menumpang pesawat, ada baiknya memesan tiket penerbangan pada Senin malam atau hari Selasa. Karena di dua waktu itu perusahaan maskapai melepas tiketnya dengan harga termurah. Sedangkan jika Anda tidak pergi sendiri, seyogyanya pemesanan tiket tidak dilakukan dalam satu waktu, melainkan secara terpisah.

Kata CNN.com, kalau tiket dipesan bersamaan, sistem pemesanan akan mencarikan bangku sederet yang mampu menampung Anda dan rekan perjalanan. "Bisa jadi kursi yang ditemukan sistem bukan berharga murah," tulis CNN.com. Karena itu ada baiknya Anda memesan satu tiket dulu, kemudian baru membeli tiket lainnya.

3. Menjauhi lokasi wisata utama
Biasanya, sebuah tempat wisata yang terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan akan mematok harga tinggi ke para pengunjungnya. Nah, untuk menekan pembiayaan, ada baiknya Anda memilih lokasi wisata yang tidak begitu populer tapi tetap bagus. Misalnya alih-alih main ke Venesia, Italia, Anda mendatangi Kota Lviv di Ukraina.

Di tempat seperti ini Anda bisa lebih menggali banyak hal yang belum dijamah wisatawan lainnya.

4. Tekan pengeluaran yang perintilan
Saat liburan, beberapa wisatawan kerap mengabaikan masalah asuransi, biaya roaming telepon, ataupun biaya transaksi dengan kartu kredit. Padahal dari tiga hal itu Anda bisa menekan pengeluaran yang kesannya kecil tapi berdampak besar.

Misalnya saja ada perusahaan asuransi yang akan memberikan diskon 15 persen bagi wisatawan yang mau menggunakan helm saat bermain ski es. cek juga fasilitas dari kartu kredit HSBC dan Citibank yang sering menawarkan asuransi perjalanan gratis. Sedangkan untuk telepon atau internet, Anda bisa menggunakan nomor lokal di negara setempat dan menggunakan jaringan Wi-Fi. Sehingga Anda tidak harus merogoh banyak uang untuk komunikasi dengan keluarga dan teman.

5. Bandingkan harga dan cari diskonan
Sebelum memutuskan penerbangan, hotel, atau mobil yang akan Anda gunakan, ada baiknya bandingkan dahulu harganya dengan toko sebelah. Tujuannya agar Anda bisa mendapat barang bagus dengan harga terjangkau. Setidaknya Anda mempunyai pilihan sebelum menetapkan fasilitas apa yang akan digunakan.

6. Gunakan situs pemesanan
Bila ingin memesan kamar hotel, Anda bisa melakukannya jauh-jauh hari melalui pelbagai situs pemesanan di Internet. Misalnya Hotels.com, HotelPlanner.com, Agoda.com, atau booking.com. Melalui situ itu, Anda tidak hanya dapat memesan kamar yang sesuai pendanaan, tapi bisa meraih sejumlah hadiah atau potongan harga.

Contohnya Hotel.com memberi bonus satu malam menginap jika si pelanggan memesan kamar selama 10 hari, atau Agoda.com yang menawarkan poin setiap pemesanan kmar. Dan nantinya poin itu bisa ditukar untuk pembelian selanjutanya.

7. Mendaftar sebagai anggota maskapai tertentu
Terkadang hotel, maskapai, dan tempat penyewaan mobil memberikan formulir keanggotaan bagi pelanggannya. Jika Anda mendapat fomulir itu, tidak usah segan atau malas untuk mengisinya. Sebab biasanya perusahaan perjalanan banyak memberikan pelayanan atau fasilitas gratis bagi anggotanya. Kalaupun tidak, Anda akan mendapat sejumlah poin tiap menggunakan fasilitas perusahaan terkait. Lagi-lagi poin itu bisa Anda tukar di kemudian hari untuk mendapat potongan harga.

8. Jangan menggunakan agen perjalanan
Selain membawa buku panduan perjalanan mengenai suatu lokasi wisata, ada baiknya Anda menghindari agen perjalanan. Karena biasanya para agen itu akan mematok harga tinggi untuk menjadi pemandu Anda. Kalau memang membutuhkan seorang pemandu, Anda bisa meminta bantuan atau menyewa penduduk setempat. Lalu di mana Anda bisa mencari pemandu lokal, jawabannya ada di Localguiding.com. Dengan pemandu lokal, Anda tidak perlu merogoh duit banyak untuk pembayarannya. cukup memberikan sejumlah tip yang biasanya tidak terlalu tinggi.

9. Cari kupon perjalanan
Sebelum memesan pesawat yang akan Anda tumpangi, coba periksa dulu kupon perjalanan yang biasanyaa tersedia di situs perjalanan. Kalau Anda membuka PromotionalCodes.com, di bawah kategori "penerbangan" biasanya ada penawaran diskon 10 persen untuk tiket Emirates atau potongan 70 persen saat parkir di bandara.

10. Berbagi kendaraan
Misalnya Anda mendatangi Eropa, Amerika, atau Australia dan berminat melakukan perjalanan darat selama di sana, ada baiknya berbagi kendaraan dengan wisatawan lainnya. Melalui situ mitfahrgelegenheit.de dan roadsharing.com, Anda dapat bertemu dengan wisatawan lain yang sama-sama memerlukan kendaraan dan ingin membaginya. Jadi Anda dan mereka bisa berjalan bersama dengan mobil sewaan dan harga patungan.(Follow: @zoelfick)
 Sumber Tulisan: Tempo.co

Menteri Pariwisata Akan Kembangkan Kota Tua

6:29 AM

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan revitalisasi terhadap Kota Tua Jakarta.

Menurut Wakil Menteri Pariwisata Sapta Nirwandar, revitalisasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan Kota Tua sebagai warisan budaya Indonesia. "Terutama sebagai tujuan pariwisata," kata Sapta di kantornya, Senin, 20 Februari 2012.

Sapta menuturkan rencana revitalisasi ini dibantu pula oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO). UNWTO dalam hal ini diwakili oleh Hans Carl dan Harsh Varma. "Mereka datang untuk berbagi pengalaman dan membantu kita merancang bagaimana memulai revitalisasi Kota Tua," kata Sapta.

Rencana revitalisasi ini, kata Sapta, akan dimulai dengan pembuatan konsep yang melibatkan beberapa pemangku kepentingan. "Karena 90 persen bangunan di Kota Tua dimiliki oleh badan usaha milik negara (BUMN), kami akan berdiskusi dengan Kementerian BUMN mengenai kepemilikan dan pengelolaan Kota Tua," kata Sapta.

Harsh mengatakan bahwa rencana ini berprospek baik karena tidak hanya melibatkan pemerintah nasional, tapi juga komunitas lokal dan internasional. Menurut Harsh, sinergi dalam rencana revitalisasi ini bisa meningkatkan nilai ekonomis komunitas lokal.

Selain revitalisasi bangunan, Kementerian berencana pula melibatkan aktivitas komunitas lokal. Sapta mengatakan peningkatan aktivitas bagi komunitas lokal tersebut seperti pengadaan festival, bazar, toko suvenir, dan restoran.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Gathut Dwihastoro mengatakan, untuk revitalisasi satu buah bangunan membutuhkan Rp 19 miliar. Tahun 2012 ini, pengelola Kota Tua mengajukan Rp 2,6 miliar untuk revitalisasi. "Namun kemungkinan hanya dikucurkan Rp 1,6 miliar," kata Gathut.

Perencanaan kawasan Kota Tua seluas 846 hektare. Ada lima pembagian zona wilayah, antara lain Sunda Kelapa, Fatahillah, Pecinan, Pekojan, dan Kawasan Peremajaan. "Kami memprioritaskan revitalisasi di zona 2, yakni area Museum Fatahillah," kata Gathut. (Sumber: Tempo.co)

Festival Budaya Hingga Larut Malam di Kota Tua

2:14 AM

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), bekerja sama dengan Sahabat Kota Tua dan beberapa sponsor, menggelar festival budaya bertajuk Pelangi Nusantara di pelataran Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, Ahad 26 Februari 2012. "Festival ini berlangsung sejak pukul 9 tadi hingga pukul 11 malam nanti," ujar Candra, seorang panitia sekaligus anggota Generasi Muda INTI (GEMA INTI), ketika ditemui Tempo di lokasi.

Pantauan Tempo, pelataran Taman Fatahillah ramai pengunjung yang menikmati berbagai pertunjukan budaya serta gerai kuliner yang diprakarsai oleh Festival Budaya Pelangi Nusantara. "Kami tidak tahu persis berapa jumlah orang yang datang. Untuk datang ke acara ini tidak perlu biaya atau undangan," kata Candra. Dia menuturkan acara tersebut sengaja diadakan di tempat umum karena bisa disaksikan oleh banyak orang.

Saat Tempo tiba di lokasi sekitar pukul setengah 12, sebuah kelompok debus dari Surabaya sedang menunjukkan kebolehannya. Para pengunjung memadati teras depan Museum Fatahillah yang berukuran sekitar 7 x 16 meter persegi, demi melihat jelas pertunjukan debus dari atas. "Sebelum debus, kami menggelar pertunjukan barongsai. Setelah ini masih banyak rangkaian pertunjukan lain," ujar Candra.

Tepat di depan teras Museum Fatahillah, seorang seniman sedang melukis cepat. Obyeknya adalah museum tersebut. Para pengunjung yang membawa kamera terlihat mengabadikan momen itu.

Selain barongsai dan debus, pertunjukan budaya yang akan berlangsung dalam Festival Budaya Pelangi Nusantara adalah beragam tari-tarian. Di antaranya tari kembang jatoh, tari topeng gong betawi, tari rebana aceh, tari jaipong, tari merak jawa, tari kipas makassar, sampai tari modern seperti break dance. Kelompok tai chi Bangau Putih juga akan menunjukkan kebolehannya.

Pengunjung juga dapat mengikuti demo membatik dan lomba mewarnai yang diadakan oleh gerai seni rupa.

Gita Amanda, 27 tahun, mengatakan dia tidak sengaja datang ke festival budaya Pelangi Nusantara. "Awalnya memang ingin jalan-jalan saja dari Depok, ternyata sampai di Kota Tua ada acara," kata Gita.

Dia mengatakan sejak berada di lokasi dari pukul 10, Gita dan teman-temannya sudah melihat-lihat stan seni rupa festival budaya Pelangi Nusantara. "Saya masih mau lihat yang lain, katanya ada tari-tarian," ujar Gita. (Sumber: Tempo.co)

Sponsor

 

© Copyright Jakarta Inside 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.