News Update :

Terpopuler

review http://jakarta-inside.blogspot.com on alexa.com
Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Injil Usia 1500 Tahun Diperebutkan Dunia

Monday, March 5, 2012 2:14 PM


Setelah sempat disimpan selama 12 tahun dan kemudian dipublikasikan Pemerintah Turki, Injil kuno berusia 1500 semakin menarik minat umat Kristiani. Setelah Gereja Vatikan mengajukan permintaan resmi meneliti ke pemerintah Turki, kini giliran komunitas Kristen Syria yang mengklaim kepemilikan injil kuno tersebut.
 
Komunitas Kristen Syria mengklaim bahwa injil 1500 tahun itu sebagai milik komunitasnya. Komunitas ini telah mengirim surat resmi kepada Menteri Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay untuk mengembalikan kitab suci tersebut kepada mereka.

Kepala Budaya Komunitas Kristen Syria, Sabo Hanna mengatakan, Alkitab bersejarah memiliki makna material yang besar bagi umat Kristiani. "Jika Turki tidak menyerahkannya, maka ia meminta Turki membuka akses bersama dengan membangun museum di distrik Midyat, Syria," ujarnya kepada Hurriyet Daily News, Jumat (2/3).
Aparat penegak hukum Turki menyita Alkitab kuno, yang ditulis dalam bahasa Arab kuno menggunakan alfabet Syria. Pada 2000 di wilayah Mediterania Turki. Alkitab kemudian disimpan di Ankara Gedung Pengadilan Turki selama delapan tahun. Dan akhirnya disimpan dan dipamerkan di Museum Etnografi Turki.
Selain Komunitas Kristen Syria, Vatikan juga menempatkan permintaan resmi untuk memeriksa Kitab Suci tersebut. Setelah Injil kuno ini resmi dipamerkan pemerintah Turki pada beberapa hari lalu, ada sekelompok orang yang sengaja berkunjung ke Turki untuk bertemu dengan para pejabat setempat.
Rombongan lebih dari 100 orang itu melakukan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan Turki, bertemu dalam serangkaian pembicaraan di Ankara.n. (Sumber: Republika)

Paus Ingin Ungkap Rahasia Injil Kuno Berusia 1500 Tahun

1:45 PM


Paus Benediktus XVI telah membuat permintaan untuk mengungkap rahasia Alkitab kuno berusia 1500 tahun. Permintaan resmi itu telah disampaikan Vatikan kepada pemerintah Turki, senin (27/2).
Vatikan ingin mengungkap kontroversi Injil ini dengan ajaran dan dogma Kriten juga dibanding injil lain. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay telah mengkonfirmasi permintaan Vatikan ini.
Injil yang ditulis dengan tinta emas ini menggunakan bahasa Aramik, bahasa yang dipercayai digunakan Yesus. Alkitab berusia 1.500 tahun tersebut diduga, adalah Injil Barnabas dan bernilai lebih dari 20 juta dolar AS.
Pemerintah Turki telah menyembunyikan injil ini selama 12 tahun terkahir. Buku itu ditemukan oleh polisi Turki dalam operasi anti-penyelundupan pada tahun 2000 dan terus dijaga selama 10 tahun.
Alkitab ini jauh berbeda dengan empat injil utama Kristen, Markus, Matius, Lukas dan Yohanes. Hal itu dikarenakan, Alkitab ini berisi prediksi kedatangan seorang nabi setelah Isa (Yesus). Dan dianggap inilah ajaran versi asli Injil.
Selain itu, adalah versi yang lebih konsisten dengan keyakinan Islam dari Kristen. Alkitab ini menolak dogma Tritunggal dan Penyaliban. Hal ini juga menggambarkan Yesus menolak Mesias dan mengklaim penerusnya berasal dari keturuan Ismael (Arab).
Pendeta Protestan, Ihsan Oznek membantah keaslian isi  Alkitab ini, Dia mengatakan bahwa St. Barnabas hidup pada abad pertama dan merupakan salah satu rasul Yesus, yang berbeda dengan versi Injil ini yang berasal dari abad kelima. Namun menurut, Profesor Teologi, Omer Faruk Harman untuk membuktikan keaslian dan umur dari Alkitab ini adalah dibuktikan dengan scan secara ilmiah. (Sumber: Republika)

Ditemukan Injil Kuno yang Kabarkan Kedatangan Nabi Muhammad

1:36 PM


Penemuan Injil kuno yang memprediksi kedatangan Nabi Muhammad telah memunculkan kontroversi, terutama yang terkait dengan kesamaannya dengan Alquran maupun kontroversi seputar keasliannya.
Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.
Walau Injil Barnabas "mengakui" kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran. "Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam," demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2).
Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.
Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar, Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. "Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab," ungkapnya.
Akkad menambahkan, kisah Injil Barnabas tentang bagaimana Yesus mengabarkan tentang munculnya Nabi Muhammad kepada kerumunan ribuan pengikutnya amat sulit dipercaya. Injil ini, kata dia, mengandung beberapa kesalahan yang begitu vulgar, baik bagi Yahudi, Kristen, maupun Muslim.
Misalnya, sambung Akkad, kitab itu mengatakan ada sembilan lapis langit dan yang kesepuluh adalah surga. Sementara dalam Alquran hanya ada tujuh lapis langit. Juga klaim Injil yang menyatakan perawan Maria tidak merasakan sakit saat melahirkan Yesus. Padahal, dalam Alquran disebutkan Maryam menderita kesakitan saat melahirkan putranya.
Menurut Injil (Barnabas), Yesus mengatakan kepada imam Yahudi bahwa dirinya bukan Mesiah dan Mesiah sesungguhnya adalah Muhammad SAW. "Ini berarti ada penolakan atas keberadaan Mesiah, yang tak lain adalah Yesus sendiri. Dengan demikian, seolah-olah Yesus dan Muhammad tampak seperti satu orang yang sama," kata Akkad.
Kitab Injil ini juga berisi informasi yang tidak memiliki kredibilitas sejarah, seperti adanya tiga tentara—masing-masing terdiri dari 200.000 tentara—di Palestina. Sedangkan seluruh penduduk Palestina sekitar 2.000 tahun lalu, tidak mencapai 200.000. Tragisnya, Palestina saat itu diduduki oleh Romawi, dan tak mungkin diizinkan memiliki bala tentara sendiri.
Demikian pula, lanjut Akkad, kalimat terakhir dalam Bab 217 yang menyatakan bahwa tubuh Yesus dibebani 100 pon batu. "Ini menegaskan bahwa Injil tersebut ditulis baru-baru ini, karena penggunaan pon sebagai satuan berat untuk pertama kali dilakukan oleh Dinasti Ottoman, dalam sebuah eksperimen dengan Italia dan Spanyol. Dan kata-kata "pon" tidak pernah dikenal pada masa Yesus.
Menurut Akkad, salah satu fakta paling mencolok yang disebutkan dalam Injil Barnabas terdapat dalam Bab 53, yang mengatakan bahwa pada Hari Kiamat bulan akan berubah menjadi balok darah. Dan pada hari kedua, darah ini akan menetes ke bumi seperti embun. Kemudian pada hari ketiga, bintang-bintang akan bertempur laksana serdadu perang.
"Berdasarkan sejumlah penelitian, Injil Barnabas ditulis pada Abad Pertengahan oleh seorang Yahudi Eropa yang cukup akrab dengan Alquran dan Injil. Dia kemudian mencampur-adukkan fakta dan opini dari berbagai sumber, tanpa diketahui motif dan tendensinya," tandas Akkad. (Sumber: Republika)

At Taibin: Masjid yang Menjadi Oase di Tengah Jakarta

Friday, March 2, 2012 3:25 PM


Kota Jakarta dikenal sebagai kota industri dengan segala aktivitas penduduknya yang sangat padat.  Suasana serupa kita terlihat di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Daerah tersebut dipenuhi sejumlah apartemen dan perkantoran. Lalu lalang pengguna jalan, penduduk, dan para pekerja, menjadi pemandangan sehari-hari.

Di tengah keramaian tersebut, hadir sebuah tempat sederhana, sebuah peninggalan budaya Islam Nusantara bernama Masjid At Taibin. At Taibin merupakan salah satu masjid tua di Jakarta. Secara harfiah, At Taibin berarti 'Tempat Orang Bertaubat.'

At Taibin mampu menjadi penyejuk di tengah padat dan penatnya Kota Jakarta. Setiap hari, khususnya siang hari yang terik, puluhan umat Islam berhenti sejenak dari aktivitasnya untuk menunaikan ibadah salat di sana. “Mereka yang kerap ke sini adalah sopir taksi, sopir angkutan umum, karyawan kantor, pegawai negeri, dan masyarakat umum,” kata Ayub Abdullah, Pembina Yayasan At Taibin, Kamis 4 Agustus 2011.

Saat Ramadan, jumlah pengunjung At Taibin bertambah. Pengurus masjid pun membuat sejumlah program melengkapi kebutuhan spiritualitas jamaah, seperti ceramah agama seusai salat fardu, dan kultum menjelang salat tarawih dan salat subuh. Selain itu, selama bulan Ramadan, mereka menyiapkan acara buka puasa bersama, menggelar bakti sosial menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan santunan kepada anak-anak yatim.

Berdasarkan penuturan Ayub, Masjid At Taibin didirikan oleh sejumlah pedagang sayur di Pasar Senen dan penduduk setempat sekitar 1815. Awalnya, masjid ini bernama Masjid Kampung Besar. Namun tahun 1950-an namanya berganti menjadi Masjid Imroni'ah. Baru pada tahun 1970-an, namanya diganti lagi menjadi At Taibin. Pada tahun 1980-an, atau sekitar dua abad setelah berdirinya, masjid ini berhasil diselamatkan dari pembongkaran Segi Tiga Senen.

“Ketika itu kami melakukan perlawanan dan penolakan. Alhamdulillah, Gubernur saat itu secara diplomatis mendukung langkah kami. Dia mengatakan boleh dibongkar asal disetujui oleh alim ulama setempat,” kisah Ayub.

Ia bercerita, At Taibin dahulu menjadi pusat perjuangan pejuang kemerdekaan melawan Belanda. Para ulama mengkoordinir masyarakat dan penduduk setempat melalui dakwah dan kegiatan-kegiatan keagamaan di masjid tersebut. Hal itu, kata Ayub, sesuai dengan apa yang dilakukan Rasulullah semasa hidup. Di masanya, Rasulullah menjadikan masjid sebagai pusat berkumpul dan berdakwah.

Bangunan Masjid At Taibin tidak terlalu besar. Luasnya sekitar 15 x 25 m atau 1150 meter persegi, masjid ini dapat menampung puluhan orang. Masjid ini disangga oleh empat tiang berjejer lurus terbuat dari kayu jati hitam dengan hiasan kaligrafi di luarnya. Menurut Ayub, hiasan kaligrafi itu adalah tambahan baru, sedangkan kayu jati di dalamnya masih asli sejak masjid pertama didirikan.

Selain tempat beribadah, Masjid At Taibin juga memiliki sejumlah fasilitas sosial lain seperti lembaga pendidikan sederhana untuk anak-anak, baitul mal, dan koperasi simpan pinjam. “Masjid ini adalah tempat berteduh dan beribadah kepada Allah. Bagi kami, masjid ini memiliki arti penting dalam berdakwah dan mengamalkan ajaran Islam,” ujar Ayub. (Sumber: Vivanews).

Sponsor

 

© Copyright Jakarta Inside 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.